Hukum Jasa Pembuatan Skripsi

Kamu yang mahasiswa pasti tahu, membawa dampak skripsi bukanlah perkara gampang. Menulis, konsultasi, revisi, cari data, manipulasi , serta print, print, dan print lagi bukan perkara yang sepele.

Dari fakta tersebut, nggak salah terkecuali banyak orang-orang kreatif (baca: licik) melacak peluang duit. Mereka membawa dampak jasa pembuatan skripsi bersama harga bervariasi. Nah, bagaimana hukum jasa pembuatan skripsi? Yuks kami kaji lebih mendalam…

Fakta Jasa Pembuatan Skripsi

Tidak mampu dipungkiri, ada banyak banget orang yang membuka jasa pembuatan skripsi. Ada yang jual jasa per bab, paket penelitian, paket skripsi sains, lebih-lebih skripsi kedokteran atau pun jasa pembuatan skripsi kedokteran.

Praktik jasa pembuatan skripsi ini, dibandrol harga menggapai puluhan juta. Tergantung skripsi apa yang dikerjakan dan tingkat kesulitannya.

Menurut Brilio.net, di Yogyakarta ada lebih berasal dari 128 penyedia layanan pembuatan skripsi. Wow kan?

Siapa yang Buka Layanan?

Siapapun. Bahkan anak lulusan SMA, SMP, pokok otaknya main + ngetiknya cepet, pasti mampu berkontribusi dalam jasa layanan ini. Bahkan tidak sedikit dosen yang ikutan memainkan gurita bisnis yang merendahkan mutu pendidikan Indonesia ini.

Lha kog mampu dosen ikutan main? Ya mampu dong! Dosen miliki keluarga, miliki tanggungan, menginginkan hidup berkecukupan, menjadi butuh uang juga.

Selain itu, mahasiswa yang mempunyai pengalaman ngerjain skripsi, terus lulus kuliah dan nganggur, kadang waktu ikut termasuk dalam bisnis ini. “Tak jarang berasal dari mereka yang buka jasa spesial untuk membengkakkan penghasilan.”

Jasa pembuatan Skripsi Online

Bahkan saya mendapatkan web yang muncul resmi, berdomain komersial, dan berdiri bersama yakin diri membuka jasa layanan pembuatan skripsi. Di tokopedia termasuk tersedia. Pokoknya, jasa ini begitu marak dan tentu saja diminati.

Jasa ini seringkali dikerjakan secara online, dikarenakan seluruh mampu ditransfer lewat data, file, dan dokumen. Termasuk fee atau uang jasanya. Jadi, di dunia maya, jasa pembuatan skripsi itu begitu menggurita.

 

Perspektif Kampus Akan Fenomena ini

Apakah jasa pembuatan skripsi mampu dijerat bersama hukum negara? Tentu saja tidak. Bagaimana terkecuali jasa ini dikesankan sebagai jasa bantu, apakah tahu bungki konkretnya?

Lantas, kalaupun seumpama diberikan pasal. Apakah ada yang yang sempat mengungkap fenomena yang satu ini. Apalagi, menyaksikan dosen sebagai tenaga akademis seringkali membutuhkan jasa ini.

Jasa layanan ternyata tidak menuntut skripsi, bakal namun termasuk artikel ilmiah, jurnal, tesis hingga disertasi. Kesimpulannya, hingga lulus S3 pun di zaman ini tidak ada jaminan mutu keilmuan seseorang. Sebab sebuah karya terlampau gampang dibeli.

Tidak adanya payung hukum inilah, yang membawa dampak jasa pembuatan ini tidak mampu dituntaskan. Kalaupun dibuat, maka konsepsi hukum perlu tertentu dan jelas.

Kualitas Lulusan Kampus Digadaikan

Kenapa kok digadaikan? Sebab terkecuali skripsi atau karya ilmiah lainnya mampu dibuatkan oleh orang lain, maka esensi berasal dari gelar sarjana bakalan hilang. Bahkan anak SD pun mampu miliki gelar itu, asalkan papa mamanya kaya raya.

Tidak heran, terkecuali sesudah lulus, seorang sarjana nggak mampu ngapa-ngapain. Bahkan cuma sekedar bersosial bersama masyarakat. Di kelas nggak jelas, skripsi jadi tumbas, sesudah lulus jadi beringas.

Terus, sesudah menjadi pengangguran bareng-bareng menyalahkan pemerintah. Oke, mengkritik pemerintah itu nggak kasus bro, namun menyaksikan dulu mutu diri…

Kalau faktanya demikian, bagaimana nasib generasi dan sistem pendidikan di masa depan? Apakah orang bergelar tinggi mampu mencerminkan kecerdasan, keluhuran, dan moral seseorang?

 

Hukum Jasa Pembuatan Skripsi

Tidak ada hukum pidana yang mengatur pelanggaran ini. Saya anggap pelanggaran, dikarenakan yang namanya skripsi sebagai syarat lulusan S1, adalah sebuah karya yang perlu dibikin sendiri. Kalaupun bantuan, bukan berupa layanan, bakal namun konsultasi dan saran.

Secara etika akademik, jasa pembuatan skripsi pasti terlampau bertentangan bersama nilai moral. Secara idealis, lebih-lebih jasa pembuatan skripsi adalah dilarang.

Sebab efeknya adalah mutu berasal dari lulusan kampus. Sekarang anda bayangkan aja, lha wong mahasiswa itu kadang waktu malas belajar, kok dilengkapi bersama layanan jasa pembuatan skripsi. Ya, pasti bakalan jauh malas. Mereka bakalan nggak acuhkan lagi malahan.

Pokoknya, kerja cari uang yang banyak. Urusan skripsi, tesis, disertasi mampu diatur bersama uang. Pola berpikir inilah yang bakalan mengakibatkan kerusakan sistem pendidikan Indonesia.

Hukum Jasa Pembuatan Skripsi Perspektif Islam

Idealnya, hukumnya pasti tidak boleh. Kalau saya bilang haram, kemungkinan ada banyak yang baper. Sebab, alasannya, “Lho kok haram, kan banyak orang yang memang butuh, banyak orang yang hidup berasal dari membuatkan skripsi orang lain.”

Gini aja, terkecuali paradigma pendidikan diambil kesimpulan sebagai sistem menciptakan manusia bermoral, bermutu, dan berkualitas, maka jasa pembuatan skripsi ini pasti haram untuk didirikan dan disewa.

Namun, terkecuali paradigma pendidikan dimaknai sebagai bisnis, korporasi, dan sistem mata pencaharian secara mutlak, maka kemungkinan saja hukumnya menjadi boleh. Sebab, namanya bisnis ya bisnis. Intinya bahagia mirip suka.

Jadi, bergantung bagaimana paradigma pendidikan di Indonesia. Pertanyaannya, pendidikan di Indonesia itu bisnis atau bukan?