Hal yang Dilarang Suami Istri Saat Berhubungan

Hubungan intim suami istri dilakukan untuk menambah keromantisan dan cinta diantara mereka. Pasangan suami istri yang melakukannya sesuai aturan islam akan mendapat pahala. Sudah tahu belum, apa saja hal yang dilarang suami istri saat berhubungan ?

2 Hal yang Dilarang Suami Istri Saat Berhubungan

Selain untuk memenuhi hasrat seksual, hubungan intim yang dilakukan dapat menjadi ladang pahala. Walaupun begitu, hubungan intim suami istri ini memiliki beberapa aturan dalam islam yang tidak boleh dilanggar. Apa saja ? Berikut simak penjelasannya.

1.      Tidak Boleh Berhubungan Saat Istri Haid

Istri yang sedang dalam masa perode haid atau mensturasi tidak boleh didatangi oleh suaminya. Ya, saat perode ini muncul, pasangan yang sudah menikah sah dilarang bersenggama.

Hal ini tentu saja sesuai syariat islam sebagaimana telah dijelaskan dalam (QS. Al Baqarah :222) yang menyebutkan bahawa haid merupakan sesuatu yang kotor. Ketika menstruasi, kemaluan perempuan kondisinya sensitif dan jika dipaksa penetrasi akan merasa sakit.

Hubungan seksual dilarang saat istri sedang haid ini juga dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullah yang berkata : “Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Quran dan hadits-hadits yang shahih”( Al Majmu’ 2 : 359).

2.      Tidak Boleh Berhubungan dengan Seks Anal

Hal yang dilarang suami istri saat berhubungan yang kedua ialah menyetubuhi istri pada duburnya (anus) yang disebut dengan seks anal. Mengapa demikian ? Jika dari segi kesehatan, anus adalah tempat keluarnya kotoran dan berbagai macam kuman.

Selain itu, anus juga tidak menghasilkan cairan seperti vagina, sehingga kemungkinan besar akan beresiko jika melakukan hubungan intim dengan cara anal ini. Dari segi kesehatan inilah diantara alasan terlarangnya melakukan hubungan seks anal.

Sementara hal ini juga dijelaskan dalam syariat Islam dari Imam Nawawi rahimahullah yang berkata, “Para ulama yang jadi rujukan dalam Islam bersepakat haramnya menyetubuhi istri pada duburnya, baik saat wanita tersebut haid atau suci”.

Nah, demikianlah hal yang dilarang suami istri saat berhubungan, lantas bagaimana hukum menjilat kemaluan istri dalam Islam. Sebagai orang muslim, tentunya kita harus mengikuti syariat Islam bahkan dalam hal hubungan intim bersama pasangan sah kita. Semoga artikel ini bermanfaat ya!