Bagaimana Tugas Malaikat Jibril Saat Ini?

Mengenal Malaikat-Malaikat Allah SWT dan Tugasnya

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Allah memberikan tugas kepada Malaikat Jibril AS untuk membawa turun Wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul di atas muka bumi. Ada yang beranggapan bahwa sepeninggal Nabi Muhammad SAW wafat sebagai Nabi dan Rasul terakhir, Malaikat Jibril AS tidak lagi turun di atas muka bumi.

Dikutip dari nu online, pandangan tersebut ditolak oleh Syeh Jalaludin As-Suyuthi, menurutnya cerita yang beredar seperti itu tidak berdasarkan sama sekali. Beliau mengatakan bahwa malaikat Jibril AS mengemban tugas lain disamping membawa wahyu.

وما اشتهر من أنه لا ينزل الأرض بعد موت النبي صلى الله عليه وسلم لا أصل له إلا أن يقال لا ينزل بوحي ذكره القليوبي

Artinya :

“Cerita yang terkenal beredar bahwa Jibril AS tidak pernah turun lagi ke bumi setelah Rasulullah SAW wafat merupakan cerita yang tidak berdasar. Hanya saja dapat dikatakan bahwa Jibril AS tidak turun lagi ke bumi membawa wahyu seperti disebutkan oleh Al-Qaliyubi,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam, [Semarang, Maktabah Thaha Putra: tanpa catatan tahun], halaman 16).

Malaikat Jibril diberikan tugas lain oleh Allah SWT disamping menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul. Tugas lain tersebut adalah mendampingi mereka yang sedang mengalami sakaratul maut dalam keadaan suci. Ia ditugaskan untuk membawa rahmat dan kemudahan bagi orang sekarat dalam keadaan suci untuk menghormatinya.

فجبريل موكل بالوحي أي الخبر الذي يأتي به من عند الله للأنبياء عليهم الصلاة والسلام قال الجلال السيوطي وإنه يحضر موت من يموت على وضوء

Artinya :

“Jibril AS diwakilkan untuk mengurus wahyu, yaitu kabar yang datang bersamanya dari sisi Allah untuk pada nabi AS. Jalaluddin As-Suyuthi mengatakan bahwa Jibril hadir pada saat sakaratul maut orang menghadapi kematian dalam keadaan memiliki wudhu,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam, [Semarang, Maktabah Thaha Putra: tanpa catatan tahun], halaman 16).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa malaikat Jibril AS ditugaskan untuk memenuhi dan menahan hajat orang-orang yang berdoa atas izin Allah SWT sebagai riwayat Imam Al-Baihaqi berikut ini :

وَأَخْرَجَ الْبَيْهَقِيُّ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ بَلَغَنَا أَنَّ اللهَ تَعَالَى وَكَّلَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِحَوائِجِ النَّاسِ، فَإِذَا سَأَلَ الْمُؤْمِنُ ، قَالَ يَا جِبْرِيلُ: احْبِسَ حَاجَتَهُ فَإِنِّي اُحِبُّ لِدُعَائِهِ، وَإِذَا دَعَا الْكَافِر، قَالَ يَا جِبْرِيلُ أَقْضِ حَاجَتَهُ فَإِنِّي أُبْغِضُ دُعَائَهُ

 

Artinya :

“Al-Baihaqi meriwayatkan dari Tsabit, dia berkata, ‘Telah sampai kepadaku riwayat yang menyatakan bahwa Allah SWT mendelegasikan Malaikat Jibril AS dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang Mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril AS, ‘Wahai Jibril! Tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya.’ Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya, ‘Wahai Jibril! Penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya,’’ (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Haba`ik fi Akhbaril Mala`ik, [Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1985 M/1405 H], cetakan pertama, halaman 24)

Dari berbagai keterangan tersebut di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa malaikat Jibril AS sampai saat ini masih mengemban tugas dari Allah SWT disamping tugasnya menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril AS mengatur angin, memenuhi dan menahan hajat manusia, dan membawa rahmat bagi mereka yang menjaga kesucian saat sakaratul maut. Wallahu alam.