Apa Bedanya Preskas, Referat, dan Jurding?

Bagi kalian yang baru saja masuk dalam dunia koas, kemungkinan kalian menanyakan “apa bedanya preskas, referat, dan jurding?” Well, dalam artikel ini kami dapat mengulas tiap-tiap perbedaan berasal dari ketiga hal tersebut.

Sebelumnya, bagi kalian yang menginginkan tahu stase yang tersedia pas koas, kalian sanggup membaca artikel bersama dengan langkah mengklik link di bawah ini.
Bagi kalian yang nyasar mencari preskas atau referat tertentu, atau yang tengah mencari Info perihal koas dan nyasar ke blog ini

Jurding, Preskas, dan Referat

Bagi kalian yang amat menginginkan tahu apa bedanya preskas, referat, dan jurding, silakan teruskan membaca.

Preskas, referat, dan jurding merupakan tugas yang dapat kerap kalian buat dalam dunia perkoasan.
Preskas dan referat merupakan dua tugas tersering yang dapat tersedia tetapi jurding atau journal reading merupakan tugas yang tidak amat kerap tapi menjadi populer untuk dijadikan tugas jasa referat kedokteran.

Kita dapat menjadi bersama dengan tugas yang paling familiar bersama dengan kami semua, lebih-lebih bagi mereka yang belum masuk koas yaitu preskas.

Preskas adalah singkatan berasal dari presentasi kasus. Sesuai bersama dengan namanya, koas dapat “mencari” pasien dan lantas mengajukan persoalan berikut kepada perseptor atau penguji atau pembimbing untuk preskas tersebut.

Side note: pembimbing berasal dari ketiga tugas ini sanggup sama atau berbeda, tergantung kebijakan berasal dari kampus dan juga stase tersebut.

Nah, berasal dari sini, pembimbing dapat sanggup menyetujui persoalan yang diajukan atau menolak persoalan tersebut. Setelah ditolak, biasanya pembimbing dapat menyuruh untuk mencari persoalan lain atau mengajukan persoalan yang sudah disiapkan oleh mereka.

Syukur terkecuali pasiennya pulang jauh sebelum saat deadline presentasi preskas. Tidak jarang persoalan di mana pasiennya merupakan pasien long-term yang stay di ICU sehingga preskasnya sanggup 100 halaman lebih.

Setelah itu, masuk ke bagian penulisan berasal dari preskas tersebut. Preskas terdiri berasal dari dua bagian yaitu presentasi persoalan beserta follow-up nya dan diskusi kasus.

Kurang lebih sama seperti case report dalam bentuk full paper, tapi versi lengkapnya.

Disini, koas biasanya dapat amat puas “mem-spamming” preskas bersama dengan bermacam teori dan mereka mempunyai kepercayaan bahwa “semakin tebal, makin lama baik”.

Little did they know that bahwa para perseptor seringkali tidak membaca preskas kalian.

Mereka seringkali hanya mendengarkan presentasi berasal dari preskas tersebut. Tidak tidak benar untuk memperbanyak preskas kalian, tapi pastikan isi yang tersedia merupakan hal-hal mutlak yang perihal bersama dengan preskas tersebut.

Bagaimana preskas dinilai?

Well, tergantung berasal dari presentasi mostly. Beberapa perseptor hiraukan bersama dengan seberapa “rajin” atau “niat” Anda dalam berkonsultasi, aktif dalam bertanya, dan sebagainya.

Jangan dulu konsultasi bersama dengan pas mepet karena mereka juga mempunyai jadwal yang sibuk. Berkonsultasi berdekatan bersama dengan pas maju sama saja menyebutkan bahwa kalian cba.

Google cba terkecuali kalian tidak tahu itu apa *wink

Sedikit side note, kadangkala tersedia juga stase yang membedakan preskas dan lapkas (laporan kasus).

Lapkas memang sama seperti preskas tapi tidak tersedia presentasi. Sehingga, koas hanya sampai di bagian konsultasi dan menyerahkan makalah ke perseptor.

Kemudian, kami masuk ke referat.

Referat merupakan sebuah makalah yang kami kerjakan sehabis memperoleh topik berasal dari perseptor. Referat juga merupakan tugas yang amat dipengaruhi oleh “operan”.

Tergantung berasal dari apa preferensi berasal dari perseptor koas berikut maka referat berikut kudu sesuaikan bersama dengan tipe penulisan tersebut.
Contoh, terdapat seorang perseptor yang puas sekali terkecuali referatnya 200 halaman (beliau dapat langsung menjudge referat koas berikut “kurang baik” terkecuali referatnya tidak sampai setebal ensiklopedia), tersedia juga yang hanya menginginkan referatnya tidak cukup berasal dari 20 halaman.

Sehingga, mutlak sekali untuk mengecek operan sebelum saat mengawali referat.

Namun, secara general, referat ditunaikan sehabis mendapat topik berasal dari perseptor. Ada perseptor yang berikan topik secara luas seperti “Morbus Hansen” atau khusus terhadap topik yang di idamkan seperti “Diagnosis dan tatalaksana Morbus Hansen”.

Setelah itu, koas dapat mengerjakan referat sesuai bersama dengan tema atau judul yang diberikan. Secara kasar, outline berasal dari referat atau apa saja yang kudu tersedia di dalam referat adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Definisi
Etiologi
Epidemiologi
Anatomi/Fisiologi/Histologi (apabila diperlukan)
Patofisiologi
Cara mendiagnosis: Anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan penunjang
Diagnosis diferensial
Tatalaksana medikamentosa dan non-medikamentosa
Prognosis