4 Jenis Kereta Api Tenaga Pendorong

Kereta api diartikan sebagai fasilitas transportasi berbentuk kendaraan dengan tenaga gerak, baik jalan sendiri atau dirangkaikan dengan kendaraan yang lain, yang bakal atau sedang bergerak dalam rel.

Dengan begitu, kereta api cuman bisa bergerak/jalan pada pelintasan/jaringan rel yang sesuai alokasinya, ini jadi kelebihannya karena tidak terusik dengan jalan raya yang lain, tapi dilain faksi jadikan kereta api jadi angkutan yang tidak fleksibel karena jaringannya terbatas tetapi nyaman.

Kereta api sebagai alat transportasi massal yang biasanya terbagi dalam lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang jalan sendiri) dan serangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan yang lain). Serangkaian kereta api atau gerbong itu memiliki ukuran relatif luas hingga sanggup berisi penumpang atau barang dalam jumlah besar.

Untuk angkut barang dengan jumlah yang besar bisa dipakai serangkaian lebih dari 50 kereta yang diambil dan/atau didorong dengan beberapa buah lokomotif, seperti kereta api babaranjang (kereta api batutu bara serangkaian panjang)di Sumatera Selatan.

Kereta api sebagai angkutan yang efektif untuk banyaknya penumpang yang tinggi hingga benar-benar pas untuk angkutan massal kereta api perkotaan pada koridor yang padat, tapi juga. Dipakai untuk angkutan penumpang jarak menengah s/d 3 atau 4 jam perjalanan atau untuk angkut barang dengan jumlah yang besar berbentuk curahan, sebagaimana untuk angkutan batu bara.

Karena karakternya sebagai angkutan massal efisien, beberapa negara usaha memakainya dengan optimal sebagai alat transportasi khusus angkutan darat baik dalam kota, antarkota, atau antarnegara.

Dikutip dari mpotimes, pengelompokan beberapa jenis kereta api bisa digolongkan atas tipe tenaga pendorong atau dari tipe rel yang dipakai.

Berikut kita ulas 4 Jenis Kereta Api Tenaga Pendorong

1. Kereta api uap

Kereta api uap ialah kereta api yang digerakkan dengan uap air yang dibangkitkan/dibuat dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batu bara atau minyak bakar, oleh karenanya kendaraan ini disebutkan sebagai kereta api dan terikut sampai sekarang ini. Semenjak pertama kalinya kereta api dibuat di Indonesia[1] tahun 1867 di Semarang sudah menggunakan lokomotif uap, secara umum dengan lokomotif bikinan Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda. Terbanyak adalah bikinan Jerman.

Untuk gerakkan roda kereta api uap air dari ketel uap disalurkan ke ruangan di mana piston ditempatkan, uap air masuk akan tekan piston untuk bergerak dan di lain sisi di ruang piston uap air yang ada di ruang itu didorong keluar begitu selanjutnya. Uap air ditata masuk ke ruangan piston oleh satu mekanime langsung seperti diperlihatkan dalam gambar. Seterusnya piston akan gerakkan roda mealui proses pergerakan mundur-maju jadi gerak putar.

2. Kereta api diesel

Kereta api diesel dapat dipisah atas dua barisan yakni:

Lokomotif diesel ialah tipe lokomotif yang dengan mesin diesel dan biasanya memakai bahan bakar mesin dari solar. Ada dua tipe khusus kereta api diesel ini yakni kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik.
Kereta rel diesel yakni kereta yang diperlengkapi dengan mesin diesel yang terpasang di bawah kabin, seperti lokomotif diesel bisa digerakkan dengan kopling hidraulik atau secara sama dengan diesel elektrik. Salah satunya implementasi yang barusan dikeluarkan dikota Solo ialah Railbus.

Railbus ini sekalian bisa menjadi Railbus pertama kali yang bekerja di pulau Jawa. Kereta khusus bikinan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun[2] itu akan bekerja layani jalur Solo sampai Wonogiri. Railbus itu terdiri dari 1 serangkaian dengan 3 gerbong dengan kemampuan 160 orang, berkecepatan maksimal 100 km/jam dengan tenaga out-put sejumlah 560 Kw yang dibangkitkan dari mesin yang terpasang di kerangka bawah. Bis kereta itu diperlengkapi dengan AC dan rack bagasi untuk peletakan barang penumpang.

3. Kereta rel listrik

Kereta Rel Listrik, dipersingkat KRL, sebagai kereta rel yang bergerak dengan mekanisme propulsi motor listrik. Di Indonesia, kereta rel listrik khususnya diketemukan di teritori Jabotabek, dan sebagai kereta yang layani beberapa komuter (saksikan KRL Jabotabek). Kereta rel listrik berlainan dengan lokomotif listrik.

Di Hindia Belanda, kereta rel listrik pertama kalinya dipakai untuk menyambungkan Batavia dengan Jatinegara atau Meester Cornelis di tahun 1925. Di saat itu dipakai serangkaian kereta rel listrik sekitar 2 kereta, yang dapat dihubung jadi 4 kereta, yang dibikin oleh Werkspoor dan Heemaf Hengelo.

Di tahun 1960-an kereta api dengan tenaga listrik sempat tidak dipakai sepanjang beberapa lama karena keadaan mesin lokomotif dan kereta yang tidak mencukupi kembali. Di tahun 1976, PJKA mulai datangkan beberapa kereta rel listrik dari Jepang. Kereta rel listrik yang sekarang dipakai di Indonesia dibikin di tahun 1976, 1978, 1983, 1984, 1986, 1987, 1994, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000 dan 2001. Di saat ini dipakai beberapa kereta rel listrik yang disebut hibah (hadiah) dari Pemerintahan Kota Tokyo, dan beberapa kereta yang dibeli sisa dari Jepang.

PT Inka yang berada di Madiun sudah bisa membuat dua set kereta rel listrik yang disebutkan KRL-I Prajayana di tahun 2001. Kereta rel listrik ini belum dibikin lebih banyak, karena “tidak ekonomis” dan dipandang kerap berhenti. Untuk PT Kereta Api, nampaknya lebih ekonomis untuk beli KRL sisa dari Jepang.

Di saat ini kereta rel listrik layani jalur-jalur Jakarta Kota ke Bekasi, Depok dan Bogor, Tangerang, dan Serpong, dan rute melingkar dari Manggarai, Jatinegara, Pasar Senen, Daerah Bandan, Tanah Abang, ke Manggarai kembali dan kebalikannya. Di masa datang diperkirakan jika KRL akan layani juga stasiun Cikarang. Disamping itu, lajur rel double dari Tanah Abang Ke arah serpong sudah usai sekian tahun lalu, sedang dari Manggarai s/d Cikarang akan dipertingkat jadi Double-Double-Track. Manggarai sendiri bisa menjadi Stasiun induk untuk Kereta Jabotabek dan kereta Lapangan terbang.

4. Kereta api daya magnit

Kereta api ini disebutkan sebagai Maglev sebagai ringkasan dari Magnetic Levitation di mana kereta diangkat dengan memakai medan magnit dan didorong dengan medan magnit juga.

Karena kereta terangkut dan bergerak berdasar medan magnit hingga tidak ada gesekan benar-benar dengan infrastuktur> Kereta maglev bisa jalan pada kecepatan yang tinggi sekali.

Teknologi ini telah diaplikasikan secara komersial pada lintasi di antara Lapangan terbang Internasional Pudong dengan kota Shanghai[3] yang bisa jalan pada kecepatan sekitaran 400 km/jam.

Mekanisme dengan kecepatan lebih rendah juga ditestingkan di kota Nagoya ke arah pusat pameran kota Nagoya yang dikatakan sebagai Linimo yang disebut ringkasan dari mekanisme pendorongnya yang dikatakan sebagai linier motor.

Persoalan khusus dalam peningkatan maglev ini ialah investasi awalan yang besar sekali untuk membuat infrastruktur, terutamanya untuk menyiapkan medan magnit pada infrastrukturnya, hingga hingga saat ini cuman terjaga secara komersial di Tiongkok dan belum dikembangkan secara komersial di tempat lain.