7 Cara Cepat Hamil yang Aman Tanpa Perlu Promil Ke Dokter

Sebagai pasangan yang sudah menikah sudah sewajarnya menginginkan keturunan, terlepas Anda tengah menjalani program kehamilan atau tidak, cepat atau lambat pasti sebagai suami dan istri sama-sama mendambakan buah hati.

Namun bagaimanakah cara cepat untuk mendapatkan keturunan tanpa mengikuti program kehamilan dari dokter? Jangan khawatir, yuk simak beberapa cara agar cepat hamil secara aman yang bisa Anda coba!

1. Kenali Siklus Menstruasi

Mengenali siklus menstruasi diri sendiri sangat penting, Anda harus memantau apakah hari pertama datangnya haid cenderung datang dengan jumlah hari yang sama setiap bulannya? Jika iya bisa digolongkan menstruasi yang teratur. Sebaliknya, dianggap tidak teratur apabila siklus menstruasinya bervariasi dari bulan ke bulan. Dengan mengetahui siklus ini, para wanita mampu memprediksi dengan lebih tepat kapan dia akan berovulasi.

2. Berhubungan Intim Selama Masa Subur

Menurut American Society for Reproductive Medicine, “Jendela Subur” atau masa subur mencakup interval enam hari, lima hari sebelum ovulasi dan hari saat ovulasi. Ini adalah masa dimana waktu paling subur pada wanita setiap bulannya. Penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan besar antara pasangan yang berhubungan seks setiap hari selama masa subur (37%), dibanding pasangan yang melakukan setiap hari tidak peduli masa subur atau tidak (33%).

3. Jaga Berat Badan Tetap Sehat

Terlalu gemuk dapat mengurangi peluang untuk hamil, namun terlalu kurus juga membuat lebih sulit untuk memiliki bayi. Diharapkan Anda bisa menjaga berat badan untuk tetap ideal berada di batasan normal. Penelitian menunjukkan terlalu banyak lemak tubuh menghasilkan estrogen berlebih sehingga dapat mengganggu ovulasi, sehingga wanita dengan berat badan lebih membutuhkan waktu dua kali lebih lama dibanding wanita dengan BMI normal. Sedangkan wanita yang terlalu kurus mungkin tidak mendapatkan menstruasi yang teratur atau bisa berhenti berovulasi.

4. Kurangi Olahraga Berat

Aktif secara fisik hampir setiap hari dapat seminggu, dapat membantu wanita mempersiapkan diri untuk menghadapi kehamilan dan persiapan persalinan. Namun terlalu banyak berolahraga dan melakukan latihan berat dalam waktu yang sering dapat mengganggu ovulasi.

5. Waspadai Penurunan Kesuburan Terkait Usia

Seiring bertambahnya umur wanita, kesuburan mereka juga akan menurun sehubungan dengan usia di ovarium yang menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas sel telur. Dengan bertambahnya usia, ada juga peningkatan resiko untuk beberapa masalah kesehatan seperti fibroid rahim, endometriosis, dan penyumbatan tuba yang dapat berkontribusi pada hilangnya kesuburan. Penurunan ini lebih tajam terjadi setelah usia 37 tahun hingga 40 tahun.

6. Hilangkan Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita. Bahan kimia dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida mempercepat tingkat kehilangan sel telur wanita. Begitu juga dengan alkohol, menurut The American College of Obstetricians and Gynecologist, minum alkohol dalam kadar sedang  (satu hingga dua kali minum alkohol perhari) atau bahkan dalam kadar berat atau lebih dari dua kali sehari minum alkohol dapat menyulitkan wanita untuk hamil.

7. Ketahui Kapan Harus Mencari Bantuan

Pasangan dengan usia 35 tahun atau lebih belum juga hamil setelah enam bulan, dan atau pasangan dibawah 35 tahun namun belum hamil setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi, diharuskan berkonsultasi dengan spesialis di bidangnya agar cepat hamil.